Lobai-lobai poie mano ..?
Kehilangan Besar buat PAS Negeri Sembilan
Jenazah beliau akan dikebumikan di tanah perkuburan Islam Kampung Tangkuh Simat dan akan disembahyangkan di Masjid Dato Undang Kamat, Kampung Simpang Air Mawang.
Mana Bukti Cintamu pada Nabi?
Dengan berbagai macam cara seseorang akan mencurahkan usahanya untuk membuktikan cintanya pada kekasihnya. Begitu pula kecintaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setiap orang pun punya berbagai cara untuk membuktikannya. Namun tidak semua cara tersebut benar, ada di sana cara-cara yang keliru. Itulah yang nanti diangkat pada tulisan kali ini. Semoga Allah memudahkan dan memberikan kepahaman.
Kewajiban Mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ
‘Abdullah bin Hisyam berkata, “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau memegang tangan Umar bin Khaththab radhiyallahu ’anhu. Lalu Umar berkata, ”Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata,
لاَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ
Semakin sempurna orang yang dicintai, maka di situlah tempat tumbuhnya kecintaan. Sedangkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam adalah manusia yang paling luar biasa dan sempurna dalam akhlaq, kepribadian, sifat dan dzatnya. Di antara sifat beliau adalah begitu perhatian pada umatnya, begitu lembut dan kasih sayang pada umatnya. Sebagaimana Allah Ta’ala mensifati beliau dalam firman-Nya,
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
[1] Mendapatkan manisnya iman
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
“Seseorang tidaklah beriman (dengan sempurna) hingga aku lebih dicintainya dari anak dan orang tuanya serta manusia seluruhnya.”[7]
Dengan dua alasan inilah tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak mencintai beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.[8]
Bukti Cinta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Pertama: Mendahulukan dan mengutamakan beliau dari siapa pun
Hal ini dikarenakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah makhluk pilihan dari Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِى هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِى مِنْ بَنِى هَاشِمٍ
Di antara bentuk mendahulukan dan mengutamakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari siapa pun yaitu apabila pendapat ulama, kyai atau ustadz yang menjadi rujukannya bertentangan dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka yang didahulukan adalah pendapat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Asy Syafi’i rahimahullah,
Kedua: Membenarkan segala yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam
Termasuk prinsip keimanan dan pilarnya yang utama ialah mengimani kemaksuman Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dari dusta atau buhtan (fitnah) dan membenarkan segala yang dikabarkan beliau tentang perkara yang telah berlalu, sekarang, dan akan datang. Karena Allah Ta’ala berfirman,
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى (1) مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى (2) وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (4)
الْبَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.” (QS. Ali Imron: 31)
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
اتَّبِعُوا، وَلا تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيتُمْ، كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
Rasulullah shallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَسُبُّوا أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِي فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَوْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
يَعِظُكُمَ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ فَرُبَّ مُبَلِّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
Sebagaimana telah kami sebutkan di atas bahwa di antara bukti cinta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan menyebarkan sunnah (ajaran) beliau. Oleh karenanya, konsekuensi dari hal ini adalah dengan mematikan bid’ah, kesesatan dan berbagai ajaran menyimpang lainnya. Karena sesungguhnya melakukan bid’ah (ajaran yang tanpa tuntunan) dalam agama berarti bukan melakukan kecintaan yang sebenarnya, walaupun mereka menyebutnya cinta.[21] Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Cinta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bukanlah dengan merayakan Maulid. Hakikat cinta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah dengan mengikuti (ittiba’) setiap ajarannya dan mentaatinya. Semakin seseorang mencintai Nabinya maka dia juga akan semakin mentaatinya. Dari sinilah sebagian salaf mengatakan:
لهذا لما كَثُرَ الأدعياء طُولبوا بالبرهان ,قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمْ اللَّهُ
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id
[1] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 7/164, Muassasah Al Qurthubah.
[2] Ruhul Ma’ani, Syihabuddin Al Alusi, 16/42, Mawqi’ At Tafaasir.
[3] HR. Bukhari no. 6632.
[4] HR. Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43.
[5] HR. Bukhari no. 6171 dan Muslim no. 2639
[6] HR. Bukhari no. 3688.
[7] HR. Muslim no. 44
[8] Pembahasan ini diringkas dari Huququn Nabi bainal Ijlal wal Ikhlal, hal.40-46, Hubbun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wa ‘alamatuhu, hal. 13-15. Kami pernah memuat tulisan ini dalam risalah kecil yang berjudul Mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Antara Mencintai dan Melecehkan, diterbitkan oleh Pustaka Muslim, Jumadats Tsaniyah, 1428 H
[9] HR. Muslim no. 2276, Watsilah bin Al Asqo’
[10] I’lamul Muwaqi’in ‘an Robbil ‘Alamin, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, 1/7, Darul Jail, 1973.
[11] HR. Tirmidzi no. 3546 dan Ahmad (1/201). At Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shohih ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih
[12] Diriwayatkan oleh Ath Thobroniy dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 8770. Al Haytsamiy mengatakan dalam Majma’ Zawa’id bahwa para perowinya adalah perawi yang dipakai dalam kitab shohih.
[13] Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 28/471, Darul Wafa’, cetakan ketiga, tahun 1426 H.
[14] HR. Bukhari no. 2805, 4048 dan Muslim no. 1903.
[15] HR. Muslim no. 2541.
[16] Minhajus Sunnah An Nabawiyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 7/459, Muassasah Qurthubah, cetakan pertama, tahun 1406 H.
[17] Minhajus Sunnah An Nabawiyah, 3/463.
[18] Ash Shorim Al Maslul ‘ala Syatimir Rosul, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 568, Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, tahun 1417 H.
[19] HR. Abu Daud no. 3660, At Tirmidz no. 2656, Ibnu Majah no. 232 dan Ahmad (5/183). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat makna hadits ini dalam Faidul Qodir, Al Munawi, 6/370, Mawqi’ Ya’sub.
[20] HR. Bukhari no. 3461
[21] Lihat penjelasan dalam tulisan Mahabbatun Nabi wa Ta’zhimuhu (yang terdapat dalam kumpulan risalah Huququn Nabi baina Ijlal wal Ikhlal), ‘Abdul Lathif bin Muhammad Al Hasan, hal. 89, Maktabah Al Mulk Fahd, cetakan pertama, 1422 H.
[22] HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718
[23] Lihat Mahabbatun Nabi wa Ta’zhimuhu, hal. 89.
[27] Syarh Al ‘Aqidah Ath Thohawiyah, Syaikh Sholih Alu Syaikh, 1/266, Asy Syamilah
http://muslim.or.id/manhaj/mana-bukti-cintamu-pada-nabi.html
Kelemahan Individu Bukan Alasan Untuk Uzlah Dalam Perjuangan
Saya sangat terkesan dengan kata-kata Saidina Umar Al-Khattab yang menyebut : Kita adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam sekiranya kita mencari kemuliaan selain apa yang telah dimuliakan Allah kita akan dihina oleh Allah ” Islam dalam konteks yang dimaksudkan tidak hanya merujuk kepada keyakinan dan amalan bahkan yang dituntut adalah memperjuangkannya. Iktibar dari peristiwa hijrah mengajar kita Islam mesti berkuasa dan tidak selamanya dikuasai. Negara Islam Madinah yang didirikan oleh Nabi setelah menanam keyakinan dan amalan dalam diri setiap mukmin. Jiwa yang subur dengan iman dan amal inilah yang berjuang menegakkan Madinah. Mereka memahami tuntutan Islam tidak hanya dengan solat, puasa, zakat dan haji bahkan tuntutan jihad menjadi sebahagian kehidupan dan mati syahid menjadi idaman.
Dunia mutakhir ini semakin hilang keyakinan kepada sistem ciptaan manusia. Namun menerima system yang diturunkan oleh Allah tidak pula menjadi pilihan walaupun kadang-kadang miripnya ada. Islam agama fitrah yang diturunkan oleh Allah menjadi penyelesaian bagi semua masalah kehidupan yang dihadapi oleh manusia. Memahamkan manusia mengenai Islam sebagai jalan penyelesaian bagi semua kemelut adalah suatu usaha yang sangat mencabar. Tambahan doktrin pemikiran masyarakat melayu Malaysia mengenai Islam sudah tertanam hampir 52 tahun mengikut pengertian pecah perintah. Islam hanya pada ibadat soal keduniaan tiada kaitan dengan Islam. Akhirnya lahirlah system yang sangat parah kerosakannya.
Apabila manusia mengambil Islam hanya pada sebahagian dan meninggalkan sebahagian yang lain mereka menjadi seumpama golongan ahli kitab yang mengambil kebenaran yang memberi kepentingan kepadanya sahaja. Golongan ini bukan hanya berpengaruh bahkan berkuasa pula menyebabkan usaha memahamkan tuntutan Islam sebenar menjadi lebih sulit. Dalam sirah kita boleh melihat sikap golongan ahli kitab yang berkepentingan menjaga periuk nasi sehingga menyebabkan mereka mengorbankan kebenaran. Melawan arus kebiasaan mungkin menyebabkan mereka hilang keselesaan lalu merekalah yang menjadi duri dalam daging, api dalam sekam di dalam usaha memahamkan kebenaran dalam masyarakat.
Memilih jalan selesa untuk memperjuangkan Islam mungkin bukan satu pilihan menurut sunnah, sebaliknya hanya pilihan yang disokong oleh nafsu dan bisikan syaitan. Tuntutan perjuangan itu bukan dinilai dengan hasil dan kejayaan tetapi adalah tanggungjawab. Masanya juga bukan menurut hitungan kita, dia menjadi rahsia di sisi Allah. Justeru, para pejuang perlu benar-benar memahami beza di antara dasar dan wasilah. Berbeza wasilah namun masih di atas dasar yang di dokong bersama akan mewujudkan suasana tampung menampung di antara satu sama lain. Perjuangan itu juga tidak mungkin terhasil melainkan menuntut kepada kebersamaan dalam satu gerakan yang kolektif atau disebut sebagai jamaah.
Allah menyebut dalam surah As-Sof : Sesungguhnya Allah kasih kepada mereka yang berjuang di jalan Allah dalam satu saff seolah-olah seperti satu bangunan yang kukuh.
Kelemahan satu pihak ditampung satu sama lain. Memilih jalan untuk bersendirian untuk menegakkan Islam juga bukanlah suatu sunnah. Alasan kelemahan pendokong jemaah bukanlah suatu yang tepat untuk mengasingkan diri dalam jemaah. Sebaliknya kelemahan yang kita lihat adalah satu kewajipan yang dituntut untuk memperbaikinya bukan keluar dari terus bersamanya. Manusia memang begitu lumrahnya, tidak lari dari kelemahan dan kekurangan. Namun intima’nya (penggabungannya) dengan jemaah adalah untuk meminimakan kelemahan dan kekurangan kerana bersandar pada dasar jemaah yang kukuh iaitu Islam. Mengapa mesti mengambil kesimpulan mudah, apabila lemah ia akan ditinggalkan. Sedangkan kewajipannya adalah memperbaiki kelemahan tersebut.
Justeru perjuangan ini perlu digerakkan dengan kefahaman bukan dengan semangat semata-mata. Semangat yang meluap-luap tidak disandar dengan kefahaman yang sohih akan menyebabkan kehilangan bias di tengah berjuang. Perjuangan ini adalah satu kemulian, pilihan dari Allah SWT . Tidak semua yang mampu duduk bersamanya dan tidak semua yang mampu bertahan . Formulanya mudah, jika kita sudah dipilih mohonlah kepada Allah untuk terus kekal dan mati dalam perjuangan ini. Jika kita sudah tidak layak Allah pasti menyediakan sebab untuk kita terasing dari arus perjuangan ini tidak perlu kita mencari sebab.
Ya Allah Jangan Kau Palingkan Hati Kami Setelah Engkau Memberi Hidayah dan Kurniakan Kami Dari Sisimu Rahmat Sesunguhnya Engkau Maha Pemberi …
Terpedaya (Ghurur)
Seperkara yang paling membimbangkan kita sebagai seorang manusia adalah apabila melakukan kesilapan. Kesilapan dalam tindakan sesama manusia mudah dibaca kerana penilaiannya juga agak mudah. Tetapi apabila bersandar hubungan dengan Allah, kewajipan kita adalah mencari keredhaannya dengan berpandukan pada panduan yang telah diberikan. Asasnya begitu. Allah menyebut di dalam surah Luqman ayat 33 :
Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan kamu, dan takutilah akan hari (akhirat) Yang padanya seseorang ibu atau bapa tidak dapat melepaskan Anaknya dari azab dosanya, dan seorang anak pula tidak dapat melepaskan ibu atau bapanya dari azab dosa masing-masing sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar, maka janganlah kamu diperdayakan oleh kehidupan dunia, dan jangan pula kamu diperdayakan oleh bisikan dan ajakan Syaitan Yang menyebabkan kamu berani melanggar perintah Allah.
Sehebat mana seorang manusia itu dengan ilmu dan kedudukannya dia perlu sentiasa ada perasaan bimbang kerana apa yang mereka ada tidak menjamin mereka selamat dari tertipui dengan 3 hambatan utama seorang manusia iaitu nafsu, syaitan dan gerak hatinya. Tidak hanya dalam istilah muamalat, ghurur menyebabkan sesuatu urusan akan menjadi haram apabila ada unsurnya walau sedikit. Bagaimana pula keadaan diri seseorang yang terperangkap dengan bencana ghurur. Imam Ghazali menukilkan dalam karya agungnya mengenai bencana ini yang menyebabkan seseorang akan tertutup pintu hatinya, menjadikan nafsu sebagai pemimpin dan syaitan sebagai petunjuk jalan .
Tiada yang boleh menjamin kerana semuanya pasti berhadapan dengan ujian. Ujian inilah yang akan menentukan darjat kemuliaan seseorang. Justeru jangan mudah menghukum benarnya kita dan salahnya mereka. Ini juga termasuk dalam bencana ghurur. Dalam kitabnya Imam Ghazali menyebut antara simptom ghurur bagi yang berilmu adalah seperti berikut :
a) Golongan yang mengutamakan ilmu syariat dan akal tetapi malangnya mereka telah melalaikan gerak geri dan kelakuan anggota badan sehingga tidak diperliharanya dari berbuat maksiat sesuka hati.
b) Orang yang mengukuhkan ilmunya serta beramal dan menjauhi maksiat tetapi lalai menapis hati mereka agar dikikis dari sifat tercela seperti takabbur, hasad, riya, minta dimuliakan, menyimpan niat jahat terhadap rakan dan selalu memasyhurkan dirinya dalam masyarakat dan negeri.
c) Segolongan orang yang hanya mementingkan ilmu perbicaraan di bidang kehakiman dan pengadilan serta soal yang berkaitan dengan keduniaan dalam memutuskan perkara yang dipertelingkahkan untuk maslahat orang ramai. Mereka ini mengkhususkan ilmu fiqh untuk melengkapkan diri mereka
d) Segolongan yang sibuk menasihatkan orang ramai dan mengingatkan mereka serta berbicara tentang sifat-sifat diri , berzuhud dan berikhlas dengan beranggapan apabila dia menganjurkan orang orang ramai bersifat tersebut dirinya telah menjadi sempurna mengamalkan sifat terpuji.
e) Segolongan manusia yang sekadar menghafal ucapan para zahid ( orang zuhud ) dan hujjahnya mengenai dunia yang tercela. Malangnya yang dihafal cuma katanya sahaja tidak pula difahami maksud dan maknanya jauh sekali mengamalkannya.
f) Segolongan manusia amat mementingkan mempelajari ilmu nahu, bahasa dan syair, kata-kata sulit dalam bahasa lalu mereka bermegah kerana mengetahui ilmu tersebut.
Lobai Kampung : Jangan mudah menghukum jika kita rasa tidak selesa dengan pendirian orang lain. Setiap manusia dikurnia Allah kemampuan ilmu yang berbeza, kefahaman yang berbeza dan sudut pandang yang berbeza. Justeru apakah kerana pendapatnya tidak sealiran dengan kita, kita memilih untuk menongkah arus. Kapal yang sedia ada sudah cukup berat untuk digerakkan jangan kita pusingkan pula pendayung yang ada di tangan kita. Seorang penyokong tidak sama sudut pandangnya dengan seorang pemain. Berlapang dadalah dengan kedudukan mereka dan berlapang dada jugalah dengan kedudukan kita . Jika tidak mampu menolong jangan membebankan..
Isu Kalimah Allah : Peluang Menerang Bukan Menyerang
Sudah terlalu banyak hujjah ilmiah diberikan di dalam menerangkan isu kalimah Allah. Lain ustaz lain analoginya, lain tuan guru lain hujjahnya. Apapun masing-masing punya niat yang suci harapnya,agar kalimah Allah digunakan pada tempat yang betul dan pemahaman yang tepat. Saya tidak lagi berminat untuk berhujjah sesama tuan guru dan ustaz-ustaz yang hebat ilmunya. Mungkin mereka punya hujjah tersendiri. Soal dipolitikkan atau pun tidak, saya pulangkan juga kepada kebijaksanaan masing-masing membaca keadaan siasah di Malaysia ini.
Mempolitikkan ISLAM memang satu tindakan yang kotor. Tetapi yang perlu kita usahakan bersama adalah 'MENGISLAMKAN POLITIK' agar amalan politik kita tidak lagi berkiblat demokrasi barat. Selama berkuasa hampir 52 tahun, apa yang ulama 'ada kuasa' telah buat untuk 'MENGISLAMKAN POLITIK' yang diamalkan di Malaysia. Atau mereka sudah rasa cukup selesa dengan kedudukan yang ada untuk memberikan kefahaman Islam kepada masyarakat Islam sehingga kadang-kadang isu akidah ini disambut dengan telahan politik sempit. Mereka gagal membezakan antara parti politik dengan sistem politik. Biarpun mereka mendakwa mereka tidak berpolitik tetapi mereka lupa mereka telah dipolitikkan. Kasihan Rakyat.
Justeru, bagi semua tuan guru dan para asatizah dalam isu kalimah Allah ini mari bersama kita gunakan peluang untuk mengajak ummat manusia mengenal dan mentauhidkan Allah dengan kefahaman yang sebenar. Bukan cuba menjadi hero yang tidak berpasukan. Hero sendirian yang begitu yakin dengan kekuatan dirinya sendiri tertipu dengan senjata yang ada di tangan. Musuh lebih mudah mematahkan dan menjatuhkan hero solo berbanding askar yang berpasukan. Tidak perlu lagi mengemukakan dalil kerana rasanya 'hero-hero' ini lebih faham tuntutan berjemaah. Dari urusan pembinaan solat kita digalakkan berjemaah sehinggalah kepada pembinaan negara semuanya sudah jelas, cuma mungkin sorakan dari penyokong menyebabkan ramai hero-hero yang yakin bergerak sendirian dan mengasingkan diri dari berpasukan. Sorakan penyokong hanya akan menyebabkan kita rasa kuat, namun apabila kita menghadapi kesukaran di tengah padang mereka tidak mampu ke tengah padang untuk membantu.
Mari bersama kita menghidupkan masyarakat dengan budaya ilmu bermula dengan memperkenalkan ilmu akidah yang kian dipandang sepi oleh masyarakat kerana ia adalah asas kepada pemahaman tuntutan sebagai seorang muslim. Hidangkan kepada mereka maksud dan pemahaman 'intima' dengan Islam. Itu lebih utama rasanya, dari terus menyerang adalah lebih utama kita menerang !!
Cabaran Terhadap Dakwah Adalah Sunnatullah
Perubahan siang dan malam, pertukaran musim panas dan musim sejuk, peredaran bulan dan matahari dan sebagainya adalah sunnatullah yang tidak pernah berubah sejak dijadikan alam ini sehinggalah ke hari qiamat.Ketahuilah bahawa sunnatullah itu memberi kesejahteraan kepada manusia untuk menjalani kehidupan dan juga untuk melahirkan insan yang benar-benar taat kepada penciptanya.
Kesinambungan sunnatullah ini tidak dapat disangkal lagi kerana ianya berlaku secara realiti dan dapat dibuktikan melalui pancaindera yang dianugerahkan oleh Allah kepada manusia.
Penumpuan kita di bawah tajuk ini ialah tabiat dakwah untuk menegakkan kebenaran tidak dapat tidak mesti melalui liku-liku yang dihiasi dengan berbagai bentuk rintangan dan cabaran.
قال تعالى :"يريدون أن يطفئوا نور الله بأفواههم ويأبى الله إلا أن يتم نوره ولو كره الكافرون"
(سورة التوبة أية 32)
قال تعالى :"ولقد سبقت كلمتنا لعبادنا المرسلين. إنهم لهم المنصورون. وإن جندنا لهم الغالبون"
(سورة الصافات أية 171-173)
Ertinya: Dan sesungguhnya telah tetap janji kami kepada hamba-hamba kami yang menjadi rasul.(iaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.Dan sesungguhnya tentera kami itulah yang pasti menang.(shaffat:171-173).
Memandangkan cabaran terhadap dakwah adalah sesuatu yang penting untuk pengetahuan para da’ie dan generasi baru,saya cuba kumpulkan beberapa maklumat ringkas yang berkaitan dengan tajuk ini.Untuk makluman,perbincangan ini hanya terbatas kepada cabaran dari luar dan tidak termasuk cabaran yang datang dari masalah yang timbul didalam jemaah islam sendiri.
PENGERTIAN CABARAN DAN SUNNATULLAH
2.1 Di dalam Mu’jam Wasit perkataan cabaran bermaksud meminta diadakan
pertandingan dalam sesuatu perkara.Perkataan sunnatullah pula diertikan sebagai ketentuan Allah terhadap makhluknya.
2.2 Penulis kamus Muhit mentakrifkan cabaran sebagai pertentangan dan
perlawanan dan sunnatullah pula ialah peraturan Allah perintahnya dan larangannya.
2.3 Perkataan sunnatullah di dalam Al-Quran disebut sebanyak lapan kali iaitu 3 kali
dalam surah Al-Ahzab,2 kali dalam surah Fathir,1 kali dalam surah Al-Mukmin,dan 2 kali dalam surah Al-Fath.
Imam Fahrulrazzi pernah menyebut bahawa tidak ada sebarang pertukaran dan pergantian dalam sunnatullah,sesungguhnya pergantian hanya berlaku dalam syariat sedangkan perbuatan dan peristiwa tetap menjadi sunnatullah.
HIKMAT CABARAN SEBAGAI SUNNATULLAH.
1. Cabaran adalah merupakan antara faktor terpenting dalam membina dan memilih keperibadian muslim.Pembentukan peribadi yang dibangunkan dengan teori semata-mata tanpa diiringi dengan sebarang desakan,kesempitan,kesusahan dan tentangan tidak akan dapat melahirkan insan yang benar-benar bertakwa.
2. Cabaran sebagai ujian Allah untuk memilih diantara dua golongan manusia iaitu :
i–yang benar-benar beriman
ii – yang hidup dalam kepura-puraan.Apabila berlaku ujian akan terbuktilah golongan
قال تعالى :"أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا أمنا وهم لايفتنون. ولقد فتنا الذين من قبلهم
(سورة العنكبوت أية 2-3)
Maksudnya: Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan(saja) mengatakan “kami telah beriman” sedangkan mereka tidak diuji.Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka,maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang berdusta.
1. Kejahilan dan pemikiran yang jumud.
Sifat semulajadi yang ada pada manusia ialah ia akan menentang sesuatu yang tidak diketahui hakikat sebenarnya.Kejahilan ini disebabkan pemikirannya yang seolah-olah tidak berfungsi,lalu berlakulah penentangan yang melulu.
2. Menilai seseorang dengan harta dan kekuatan yang dimiliki.
Perbandingan inilah yang digunakan kebenaran dan kerasulan,jelas dari kata-kata Walid b. Mughirah ketika dakwah islam sampai kepadanya “Adakah aku perlu menyertai Muhammad saw atau tidak sedangkan aku adalah pembesar Quraish”.
Begitu juga di zaman moden ini Benua Eropah dianggap sebagai raja kerana kekuatan yang dimiliki dan negara-negara lain hanya mengikut arah telunjuk mereka.
3. Kekayaan dan hawa nafsu.
Islam datang dengan membawa rahmat keseluruh alam,mendidik akhlak yang mulia, mewujudkan masyarakat yang adil,membina kehidupan yang makmur. Konsep ini boleh menjejaskan kegiatan golongan yang mengaut kekayaan dengan berbagai cara (penindasan) hawa nafsu yang tidak pernah puas telah dibataskan dengan kedatangan Islam. Dengan itu untuk mengekalkan kedudukan kekayaan serta hawa nafsu mereka,islam mesti disekat dari terus berkembang.
4. Sifat hasad dengki dan takabbur.
Penyakit hati ini sentiasa wujud dalam setiap zaman,ianya menjadi penghalang utama terhadap kebenaran. Sifat inilah yang dimiliki oleh Yahudi, Nasrani dan Orientalis, mereka ini memahami Islam tetapi mereka menggunakan pengetahuan tersebut untuk menghancurkan agama yang mulia.
Muaz bin Jabal pernah berkata kepada orang Yahudi “Wahai kaum Yahudi! Berimanlah kepada Allah, sesungguhnya kamulah yang telah menceritakan kepada kami tentang Muhammad saw dan kami ketika itu berada dalam kekufuran, kamu juga yang memberitahu kami dialah rasul yang akan dibangkitkan serta menerangkan kepada kami tentang sifat-sifatnya”. Kenyataan itu dijawab dengan angkuh oleh salah seorang Yahudi “Orang yang kamu anggap sebagai Muhammad itu bukanlah orang yang telah kami sebutkan kepada kamu”.
CONTOH CABARAN TERHADAP DAKWAH YANG DITERIMA OLEH PARA RASUL.
1. Nabi Nuh a’laihissalam.
Nabi Nuh adalah merupakan rasul yang pertama yang menyeru manusia kepada mentauhidkan Allah dan baginda jugalah orang yang pertama melarang manusia dari mensyirikkan Allah. Nabi Nuh diutuskan oleh Allah dalam suasana kaumnya menyembah berhala. Patung-patung ini, pada peringkat awalnya dibina bagi mengenangkan orang-orang yang soleh di kalangan nenek moyang mereka, tapi lama kelamaan patung-patung ini dianggap sebagai tuhan.
Seruan dan dakwah yang dibawa oleh Nabi Nuh untuk mengembalikan kaumnya kepada menyembah Allah sudah pastinya mendapat tentangan yang hebat, kerana kedegilan yang ditunjukkan oleh kaumnya disertai dengan ejekan, penghinaan dan kekerasan. Dakwah Nabi Nuh tidak dapat membuka hati nurani mereka malah lebih menjauhkan diri dari kebenaran sehinggalah menyebabkan Nabi Nuh mengadu kepada Allah.
Firman Allah :
قال تعالى : قال رب إنى دعوت قومى ليلا ونهارا. فلم يزدهم دعآءى إلا فرارا. وإنى كلما دعوتهم لتغفرلهم جعلوا أصابعهم فى ءاذانهم واستغشوا ثيابهم وأصروا واستكبروا استكبارا
(سورة نوح أية 5-7)
Maksudnya: Nuh berkata “Ya Tuhanku!Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang.Seruanku itu hanyalah menambahkan mereka lari dari kebenaran.Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka supaya beriman agar engkau mengampuni mereka,mereka masukkan anak jari mereka ke dalam telinga dan menutup bajunya(ke muka)mereka tetap mengingkari dan sangat menyombongkan diri”.
Kerana itulah kita lihat golongan yang menerima seruan Nabi Nuh adalah sebilangan kecil sahaja dari kaumnya walaupun tempoh seruan Nabi Nuh hampir seribu tahun.
Firman Allah:
قال تعالى :"ولقد أرسلنا نوحا إلى قومه فلبث فيهم ألف سنة إلا خمسين عاما"
(سورة العنكبوت أية 14)
2. Nabi Ibrahim a’laihissalam.
Cabaran yang diterima oleh Nabi Ibrahim juga tidak kurang hebatnya, kerana masyarakatnya yang diselubungi dengan suasana jahiliah. Kaumnya termasuk ayah dan ibu Nabi Ibrahim sendiri semakin jauh dari cahaya iman apabila kerajaannya juga berada di bawah payung kesesatan. Nabi Ibrahim dengan keadaan keseorangan, tanpa ada sebarang senjata yang mengiringi perjuangannya tetap juga menyeru Namrud serta pengikutnya agar beriman dengan Allah.
· Menyembah berhala yang diwarisi dari kaum Nuh,‘Add dan Thamud.
· Menyembah cakerawala seperti matahari,bulan dan bintang,penyembahan
· Menyembah raja yang dianggap sebagai tuhan.
Nabi Ibrahim yang tidak pernah takut untuk menyatakan kebenaran telah menegaskan pendiriannya di hadapan kaum Namrud:
Firman Allah:
قال تعالى:"قال أفرءيتم ما كنتم تعبدون. أنتم وآبائكم الأقدمون.فإنهم عدولى إلا رب العالمين"
(سورة الشعراء أية 75- 77)
Maksudnya: Nabi Ibrahim berkata “Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah.Kamu dan nenek moyang kamu dahulu.Kerana sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku kecuali tuhan semesta alam”.
Ketegasan beliau dalam menegakkan agama Allah telah sampai di kemuncaknya apabila beliau berani memecahkan berhala besar yang menjadi tunggak kebanggan kaum Namrud.Tindakan ini telah meletakkan nyawanya sebagai taruhan,beliau telah dihumbankan ke dalam api yang sedang marak menyala.
Firman Allah :
قال تعالى :"قالوا حرقوه وانصروا ءالهتكم إن كنتم فاعلين. قلنا ينا ركونى بردا وسلما على إبراهيم".
(سورة الأنبياء أية 68-69)
3. Junjungan besar Nabi Muhammad saw.
Suasana bangsa arab ketika diutuskan Rasulullah saw berada dalam keadaan liar, diselaputi dengan khurafat dan adat-adat jahiliah.
Kata Sa’id Ramadhan Al-Buti “Pembentukan sejarah arab bermula dari agama ‘Hanifiah’ yang di bawa oleh Nabi Ibrahim. Disitulah titik permulaan tertanamnya aqidah tauhid dan cahaya keimanan kepada bangsa arab tetapi kemudiannya sedikit demi sedikit mereka mula meninggalkan agama ini atas faktor jarak masa yang lama. Kehidupan mereka sebelum ini di bawah petunjuk ilahi telah digantikan dengan syirik dan kekufuran. Walaupun masih terdapat segelintir manusia yang masih berpegang dengan agama’Hanifiah’ ini, tetapi ia semakin lemah ditelan zaman dan pengikutnya semakin kurang dari tahun ke tahun.
Dakwah Rasulullah terpaksa berhadapan dengan pembesar-pembesar Quraish yang mempunyai kekuatan dan pengaruh, beliau juga terpaksa menghadapi dengan golongan ahli kitab yang juga mempunyai pengaruh dalam masyarakat arab. Baginda dihina, difitnah dan dilemparkan dengan berbagai tohmahan seperti tuduhan ahli sihir, gila, penyair, ahli nujum dan sebagainya.
Firman Allah :
قال تعالى :"قال الكافرون إن هذا لسحر مبين" – (سورة يونس أية 2)
قال تعالى :"كذلك ما أتى الذين من قبلهم من رسول إلا قالوا ساحر أو مجنون" – (سورة الذاريات أية 25)
قال تعالى :"بل قالوا أضغاث أحلام بل افتراه بل هو شاعر" – (سورة الأنبياء أية 5)
قال تعالى :"فذكر فما أنت بنعمت ربك بكاهن ولا مجنون" –(سورة الطور أية 29)
Islam sejak awal lagi telah melancarkan serangan ideologi terhadap jahiliah. Sistem yang buruk itu mesti di robohkan dan dan dibina semula dengan asas yang lebih kukuh iaitu Islam.
Oleh kerana matlamat inilah yang menjadi cita-cita dakwah yang di bawa oleh Rasulullah,sudah tentulah kaum jahiliah tidak akan berdiam diri.Mereka akan curahkan sepenuh tenaga untuk mempertahankan prinsip jahiliah yang mereka anuti sejak turun temurun.
Berbagai strategi yang telah disusun dan dilancarkan oleh jahiliah untuk memadamkan Rasulullah, ianya meliputi serangan fizikal dan mental, namun segala yang dilakukan itu tidak sedikit pun menjejaskan perkembangan Islam.
Dakwah yang dijalankan pada masa lalu tidak sunyi dari menghadapi ancaman ini. Rasulullah dan para sahabat menerima ancaman fizikal dari berbagai bentuk diantaranya:
a - Jalan yang dilalui oleh Rasulullah diletakkan dengan duri.
b - Percubaan membuang kotoran ke atas badan Rasulullah.
c - Pakatan untuk membunuhnya sehingga memaksa baginda berhijrah ke Madinah.
d - Penyiksaan terhadap Bilal Bin Rabah,beliau dibiarkan di tengah padang pasir yang sedang membahang panasnya dan diletakkan batu besar diatas dadanya.
e - Pembunuhan ke atas keluarga Yassir,badan mereka diguris dengan besi panas,Yassir dengan keadaan usianya yang sudah lanjut telah syahid disitu, manakala Sumaiyyah pula ditikam kerana keberaniannya menjawab kata-kata Abu Jahal.
Tidak cukup penyiksaan yang dikenakan terhadap orang-orang Islam ditambah pula dengan sekatan ekonomi. Harga barang dinaikkan dengan berlipat ganda kepada orang Islam, mereka menganggap dengan cara ini akan dapat melumpuhkan pergerakan dakwah yang di bawa oleh Rasulullah.
Abu Lahab yang memainkan peranan penting dalam siri penentangan ini telah membelanjakan harta yang banyak untuk tujuan ini.
Kata Abu Lahab kepada peniaga “Tinggikan harga barang kepada pengikut Muhammad saw sehingga mereka tidak dapat memiliki sesuatu apa pun, tentang barang-barang kamu itu aku penjaminnya, kamu tidak akan menanggung kerugian”.
2. Usaha untuk memburuk-burukkan peribadi pendakwah.
Usaha-usaha seperti ini boleh mengancam perjalanan dakwah itu sendiri kerana hilangnya kepercayaan kepada pendakwah akan menyebabkan kerja dakwah yang disampaikan olehnya akan tergendala.
Fitnah seperti ini bukanlah perkara baru dalam medan dakwah,malah ianya sudah pun termaktub dalam Al-Quran :
Firman Allah :
قال تعالى :"وقالوا يا أيها الذى نزّل عليه الذكر إنك لمجنون"
(سورة الحجر أية 6)
Inilah sebahagian dari tuduhan yang dilemparkan kepada (junjungan besar Nabi Muhammad saw), tujuannya untuk menghapuskan kepercayaan masyarakat arab terhadap kerasulannya, walaupun sebelum diangkat menjadi rasul, baginda terkenal dengan sifat-sifat yang terpuji sehingga digelar sebagai ‘Al-Amin’.
Walid bin Mughirah ketika menghadiri satu ijtima’ bersama pembesar Quraish telah menyebut bahawa musim haji sudah pun hampir, perwakilan dari luar akan membanjiri kota Mekah, Walid mencadangkan supaya memilih satu gelaran untuk dikenakan kepada Rasulullah. Lalu berbagai cadangan telah dikemukakan diantaranya ahli sihir, ahli nujum, penyair dan sebagainya tapi semua cadangan itu di tolak oleh Walid dengan alasan tidak ada satu pun gelaran itu bertepatan dengan peribadi Rasulullah, akhirnya Walid sendiri berpendapat gelaran yang paling hampir ialah ahli sihir dengan tuduhan Muhammad pemecah belah masyarakat, memisahkan diantara ayah dan anak, memisahkan diantara suami dan isteri dan sebagainya.
Apabila tiba musim haji gelaran ini pun di sebarkan kepada para perwakilan dengan harapan mereka memandang buruk kepada Rasulullah,lalu turunlah ayat tentang perbuatan Walid ini.
3. Permusuhan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani).
Pertembungan Islam dengan ahli kitab bermula setelah Islam mula bertapak di Madinah, permusuhan mereka terhadap Islam tidak kurang juga hebatnya jika hendak dibandingkan dengan pembesar-pembesar Quraish.
Diantara cabaran yang datang dari Ahli Kitab ialah:
a) Perang Saraf.
Mereka pura-pura menyertai Islam,disebelah pagi mereka beriman dan disebelah petangnya pula mereka kufur,begitulah saban hari dilakukan perkara yang sama,tujuannya untuk menimbulkan kekeliruan kepada orang mukmin,dengan harapan perbuatan itu nanti lama-kelamaan akan menjadi ikutan.Kemudiannya sedikit demi sedikit pada anggapan mereka agama Islam akan ditinggalkan.
Firman Allah:
قال تعالى :"وقالت طآئفة من أهل الكتابءامنوا بالذى أنزل على الذين ءامنوا وجه النار واكفروا ءاخره لعلهم يرجعون".
(سورة ال عمران أية 72)
b) Mempersendakan kemenangan yang dicapai oleh Islam.
Selepas Islam mencapai kemenangan dalam peperangan Badar,Rasulullah menyeru kepada orang Yahudi supaya beriman sebelum mereka ditimpa musibah sepertimana yang telah di terima oleh kaum Quraish.Jawab seorang Yahudi “Wahai Muhammad!Janganlah kamu menyiksa diri sebenarnya kamu telah mengalahkan sekumpulan Quraish yang tak tahu ilmu peperangan,kalau kita berperang-perangan akan terbuktilah siapa kami dan kamu tidak akan mampu menghadapi kekuatan kami”.
c) Memecah belahkan perpaduan muslimin.
Sejak kedatangan Islam,Aus dan Khazraj yang sebelum ini bermusuhan dapat disatukan. Suasana persaudaraan ini menimbulkan kebencian di kalangan Yahudi, dengan itu percubaan untuk memutuskan persaudaraan ini telah dijalankan dengan begitu halus. Usaha jahat itu hampir-hampir berjaya.
4. Golongan Munafiq.
Apabila terbentuknya daulah Islamiah di Madinah, umat Islam ketika itu sudah mempunyai kekuatan, penentang-penentang dakwah Islam (di Madinah) sudah tidak berani lagi untuk mengadakan penentangan secara terbuka. Bermula dari sinilah timbulnya golongan munafiq. Golongan ini amat merbahaya kerana mereka hidup di tengah masyarakat Islam. Operasi penentangan diatur dengan begitu halus dan rapi dengan berselindung di bawah lambang Islam.
Niat buruk ini telah didedahkan oleh Allah kepada orang Islam. Firman Allah :
قال تعالى :"والذين اتخذوا مسجدا ضرارا وكفرا وتفريقا بين المؤمنين وإرصادا لمن حارب الله ورسوله من قبل وليحافن إن أردنا إلا الحسنى والله يشهد إنهم لكاذبون لا تقم فيه أبدا……".
(سورة التوبة أية 107-108)
5. Kekuatan luar tanah arab.
Pengaruh Islam mula tersebar secara meluas keluar tanah arab ialah di zaman khulafa’ Ar-Rashidin, tapi tidaklah semudah yang disangkakan, tidak kurang juga pemerintah yang enggan menerima kemasukan Islam ke negaranya. Disini berlakulah peperangan yang sengit dan tidak sedikit tentera Islam yang terkorban sebagai Syuhada’.
1. Ancaman terhadap jiwa.
ii ) Di negara umat Islam, walaupun negara di perintah oleh orang Islam tapi negara masih mendaulatkan undang-undang kufur. Penyeksaan umat Islam disini tidak ada bezanya dengan negara (i) Para pendakwah yang terlalu aktif akan ditangkap dan diseksa dan apabila dibebaskan mereka terpaksa menanggung penderitaan seumur hidup.
2. Ancaman terhadap ekonomi.
Kedudukan dakwah akan menjadi lemah apabila ekonominya lemah. Musuh-musuh Islam menggunakan cara ini untuk melakukan tekanan ke atas pergerakan dakwah. Diantara cara yang digunakan ialah :
a) Melakukan tekanan atau sekatan terhadap keperluan asasi umat Islam.
b) Membeli bahan galian atau hasil pertanian dari negara umat Islam dengan harga yang murah,kemudian di jual semula setelah di proses dengan harga yang berlipat ganda.
c) Mengadakan skim pinjaman mudah kepada negara umat Islam,kemudiannya dikenakan kadar faedah yang tinggi.Keadaan ini menyebabkan negara tersebut terpaksa menanggung bebanan hutang yang teruk.
3. Orientalis.
Golongan ini amat merbahaya kepada pergerakan Islam,mereka telah memainkan peranan yang penting dalam membantu penjajahan terhadap negara umat Islam dan juga membantu kristianisasi. Golongan ini menghabiskan sebahagian dari hidup mereka untuk mendalami ilmu Islam,diantara ilmu yang menjadi tumpuan mereka ialah :
a) Ilmu Al-Quran
b) Ilmu Hadith
c) Ilmu Feqah
d) Bahasa dan Kesusasteraan Arab
e) Sejarah Islam
f) Ilmu Kemasyarakatan(mengkaji tentang realiti masyarakat,ekonomi dan politik Islam).
Secara umumnya orientalis boleh di bahagikan kepada tiga golongan:
i - Golongan yang mendapat petunjuk setelah mendalami Islam, hati mereka terbuka untuk menganut Islam, mereka inilah yang telah mengarang buku-buku yang penting untuk rujukan umat Islam seperti Ustaz Muhammad Asad diantara buku-bukunya:
الإسلام فى معترق الطريق
الطريق إلى مكة
منهاج الحكم فى الإسلام
ii - Golongan pertengahan - mereka mendalami Islam dan mengarang buku-buku Islam tanpa sebrang penyelewengan tapi hati mereka masih tertutup untuk menerima Islam.
iii - Golongan yang anti Islam - Ilmu Islam yang mereka miliki digunakan sepenuhnya untuk menimbulkan keraguan terhadap fakta Islam. Diantaranya:
a.Usaha untuk memburukkan peribadi Rasulullah
b.Tohmahan terhadap Al-Quran dan Hadith
c.Memasukkan sekular dalam masyarakat Islam
d.Menggalakkan bangsa arab menggunakan bahasa daerah, ini adalah kerana dua tujuan:
- Memisahkan bagsa arab dari bahasa ‘fushah’(فصحة )
- Merenggangkan hubungan antara bangsa-bangsa arab kerana terdapat perbezaan dalam pertuturan.
4. Budaya barat.
Budaya yang terpisah jauh dari Islam itu sudah pasti mewarisi cara hidup yang songsang, prinsip hidup bebas telah mengikis nilai-nilai kemanusiaan dari budaya itu. Perzinaan, minum arak, perjudian dan sebagainya sudah menjadi amalan harian mereka. Budaya ini sudah berkembang mekar di seluruh dunia. Cara hidup belia kita hari ini, kebanyakannya berpandu kepada budaya tersebut dari cara berpakaian hinggalah kepada tingkah laku mereka. Budaya ini tersebar dengan berbagai cara,diantaranya melalui:
1 - Pelancongan
2 - Media massa
3 - Sistem pendidikan sekular
Keadaan ini menyebabkan generasi baru semakin terpisah dari ajaran Islam, malah mereka akan mengambil sikap negatif terhadap program yang berbentuk Islam.
6. Peperangan
Daya inisiatif yang bersungguh-sungguh dari musuh Islam untuk memecahkan negara umat Islam kepada juzuk-juzuk yang lebih kecil.Merekalah yang mewujudkan permusuhan diantara negara-negara ini. Akhirnya berlakulah peperangan yang merugikan.
Kata Muhammad Ma’mun Hudhaibi “Keadaan telah membuktikan bahawa kedatangan tentera luar ini bukanlah untuk membebaskan Kuwait atau mempertahankan Arab Saudi atau lainnya….”. Jelas dari kata-kata presiden Bush sebelum berlakunya sengketa ini “Iraq sekarang ini sudah pun mempunyai kekuatan yang melebihi Israel dan mempunyai pengaruh yang kuat di kawasan teluk. Oleh itu kekuatan Iraq ini mesti dihapuskan”.
BAGAIMANA UNTUK MENGHADAPI CABARAN DAKWAH.
Kita tidak boleh mengelakkan diri dari bertemu malam, kerana malam adalah sunnatullah, kita juga tidak boleh menahan hujan dari menyirami bumi kerana hujan adalah sunnatullah dan yang perlu kita lakukan ialah persedian untuk menghadapinya. Begitu jugalah tentang cabaran dakwah ini. Diantara persediaannya ialah:
1. Kesabaran
Sifat inilah yang dimiliki oleh para rasul dalam menghadapi cabaran dakwah di zaman mereka. Sifat inilah juga yang menjadi kunci kejayaan terhadap dakwah yang mereka bawa. Sifat kesabaran para rasul ini disebut oleh Allah di dalam al-Quran.
Firman Allah :
قال تعالى :"فاصبر كما صبر أولوا العزم من الرسول"-(سورة الأحقاف أية 35)
Kefahaman yang jelas terhadap ilmu Islam akan dapat menangkis dakwaan palsu yang bertujuan untuk meragu-ragukan umat Islam serta mampu memberi fakta yang jelas ke arah mewujudkan kehidupan Islam.
3. Peka kepada isu semasa
Peristiwa yang berlaku pada setiap hari mempunyai hubung kait dengan pergerakan dakwah,jadi kalau suasana ini tidak dipedulikan, seruan dakwah menjadi tawar dan tidak akan dapat menarik perhatian masyarakat.
4. Persediaan jiwa
Perjalanan dakwah dipenuhi dengan onak dan duri, oleh itu kecekalan hati dan kecekalan jiwa adalah amat perlu untuk menangani arus ini. Disamping itu, sifat-sifat buruk seperti sombong, takabbur, hasad dengki dan sebagainya mestilah ditinggalkan.
5. Berhati-hati dengan tipu daya musuh
Musuh Islam sentiasa menggunakan pelbagai cara untuk mencapai matlamat mereka.Kita haruslah meneliti dengan cermat ketika berkomunikasi dengan mereka agar kita tidak terjebak dalam perangkap yang diatur oleh mereka.
6. Pergerakan yang tersusun
Perancangan yang teliti dalam setiap pergerakan dakwah adalah amat penting. Faedah yang di perolehi dari perancangan yang teliti ialah matlamat yang dirancang akan berhasil dengan jayanya tanpa membazirkan masa dan tenaga.
7. Mengukuhkan ekonomi
Kemantapan dari segi taraf hidup akan memberikan ruang yang lebih luas untuk pergerakan Islam, peralatan yang lebih canggih dapat disediakan bagi menandingi kemajuan dunia sekarang ini.
8. Ikhlas
(إنما الأعمال بالنيات)
PENUTUP
Sebenarnya banyak lagi sebab-sebab cabaran zaman silam, cabaran zaman moden dan persediaan untuk menghadapi cabaran yang tidak dimuatkan di dalam kertas kerja ini.
Walaubagaimanapun kita berharap ianya akan menjadi pembuka jalan kepada orang lain untuk mengemukakan sesuatu yang lebih lengkap dari kertas kerja ini. Insya-Allah.
--------------------------------------------------------------------------------------------

